Growth Response and Yield of Shallots (Allium Ascalonicum L.) on Giving Various Types of Mulch and NPK Fertilizer Doses

Main Article Content

Winesih Winesih
Wijaya Wijaya
Subandi Nur

Abstract

This study aims to determine the type of mulch and dose of NPK fertilizer that can increase the growth and yield of shallots (Allium ascalonicum L.). The research was conducted in Cibogo Village, Cirebon Regency, West Java. The location is located at an altitude of 30 meters above sea level (m asl), the rain type belongs to type C (slightly wet). The research was conducted from April to June 2021. This study was prepared based on Group Randomized Design (RAK) with 2 treatment factors and 3 repeats. The first factor is the type of mulch and the second factor is the application of NPK fertilizer. The results showed that the combination of rice straw mulch treatment with NPK fertilizer 300 kg / ha had a significant effect on growth components, namely plant height 28 HST, number of leaves aged 42 HST, and a real effect on yield components, namely tuber diameter, fresh weight of tubers per clump and per plot, dry weight of tubers per clump and per plot. The results also showed that the combination of rice straw mulch treatment with NPK doses of 300 kg/ha and 400 kg/ha gave a good average dry weight of tubers per hectare, namely 8.4 tons/ha and 7.9 tons/ha, respectively.

Article Details

How to Cite
Winesih, W., Wijaya, W., & Nur, S. (2024). Growth Response and Yield of Shallots (Allium Ascalonicum L.) on Giving Various Types of Mulch and NPK Fertilizer Doses. Jurnal Agrosci, 1(3), 145–158. https://doi.org/10.62885/agrosci.v1i3.177
Section
Articles

References

Anisuzzaman, M., M. Ashrafuzzaman, M.R. Ismail, M. K. Uddin, dan M.A. 2009. Planting time and mulching effect on onion development and seed production. Afr.J. Biotehnol. 8(3):412-416.

Barus, W. A. 2006. Pertumbuhan dan produksi cabai (Capsicum annum L.) dengan penggunaan mulsa dan pemupukan PK. J.Penelitian Bidang Ilmu Pertanian 4(1):41-44.

Damaiyanti, D. R. R., Aini, N., Koesriharti, K. 2013. Kajian penggunaan mulsa organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 1(2).

Gunawan, D. 2010. Budidaya Bawang Merah. Agritek. Jakarta. http://pustaka-deptan.go.id (Diakses pada tanggal 25 Januari 2021).

Gustanti, Y., Chairul, Z. Syam. 2014. Pemberian mulsa jerami padi (Oryza sativa) terhadap gulma dan produksi tanaman kacang kedelai (Glycine max (L.) Merr). J. Bio. UA. 3(1): 73-79.

Hardjowigeno S. 2003. Ilmu Tanah: Akademika Pressindo. Bogor.

He, ZT, Griffin, S, Honey Cutt, W. 2004. Evaluation of soil phosphorus transformation by sequential, fractionation and phosphorus hydrolysis, Soil Sci., vol. 169, pp 515-27.

Irma, I., Pasigai. M.A., & Mas’ud, H. 2018. Pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pemberian berbagai dosis pupuk NPK. e-J. Agrotekbis 6 (1): 18 - 26

Jasmi, Sulistyaningsih, E, dan Indradewa. 2013. Pengaruh vernalisasi umbi terhadap pertumbuhan, hasil, dan pembungaan bawang merah (Allium cepa L. aggregatum Group) di dataran rendah. Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No.1. Hlm. 42-57.

Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Raja Grafindo Persada.Jakarta

Maharaja, P.D., Simanungkalit, T., & Ginting, J. 2015. Respons pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap dosis pupuk npkmg dan jenis mulsa. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 4(1), 107336

Manurung, A. I., & Laoly, M. 2020. Respon pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Tuktukakibat pemberian kascing dan NPK. Jurnal AGROTEKDA, 2.2 : 1-12

Mayun, I. A. 2007. Efek mulsa jerami padi dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di daerah pesisir. AGRITROP, 26(1): 33–40

Moenandir J. 1993. Persaingan Tanaman Budidaya dengan Gulma. Raja Grafindo Persada, Jakarta

Mukhlis, P., dan Anggorowati D. 2011. Pengaruh berbagai jenis Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian, 1(1).

Rachmawati, R., Defiani, M., & Suriani, N. L. 2009. Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap kandungan vitamin C pada cabai rawit putih (Capsicum frutescens). Jurnal Biologi, 13, 36-40

Rukmana, R. 2003. Bawang Merah Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen. Kanisius. Jakarta.

Samadi, B. dan B. Cahyono. 2005. Intensifikasi Budidaya Bawang Merah. Kanisius.Yogyakarta

Sembiring, A. P. 2013. Pemanfaatan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) dalam Budidaya Cabai (Capsicum annum L).http://www.scribd. com /doc/000378-/Pemanfaatan-Mulsa- Plastik-Hitam-Perak-MPHP- Dalam-Budidaya Cabai-Capsicumannum-L. Diakses pada tanggal 17 Desember 2021

Silvani, S., Yusuf, R., & Syakur, A. 2016. Pengaruh kombinasi pupuk anorganik, organik dan mulsa jerami padi terhadap pertumbuhan dan hasil “Bawang Merah Varietas Lembah Palu” di Desa Oloboju Kecamtan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. e-J.Agrotekbis 4 (5) : 537-543

Sumarni, N. & Hidayat, A. 2005. Budidaya Bawang Merah. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Bandung

Sutedjo, M. 2008. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Umboh, A. Harits. 2002. Petunjuk Penggunaan Mulsa. Penebar Swadaya. Jakarta.

Wisudawati, D., Anshar, M., L. Iskandar. 2016. Pengaruh jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum Var. Lembah Palu) yang Diberi Sungkup. e-J. Agrotekbis 4 (2) : 126-133

Zulfami, M. 2014. Mulsa. http://kickfahmi./2013/12/mulsa.html. Diakses pada tanggal 26 Desember 2021