EDUKASI PEMANFAATAN JAHE DAN MADU SEBAGAI TERAPI ISPA PADA BALITA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia balita di Indonesia. Tingginya angka kejadian ISPA diperburuk oleh rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terkait upaya pencegahan dan penanganan dini, serta belum optimalnya pemanfaatan terapi komplementer berbasis tanaman obat.
Tujuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga Dusun Harjamukti, Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, mengenai ISPA serta penggunaan minuman herbal jahe dan madu sebagai terapi alternatif.
Metode. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan dan demonstrasi pembuatan minuman jahe madu, dengan melibatkan 25 orang peserta.
Kesimpulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai etiologi, gejala klinis, serta strategi pencegahan ISPA. Selain itu, peserta mampu memahami dan mempraktikkan pembuatan minuman herbal jahe madu sebagai salah satu bentuk pengobatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan.
Implementasi. Kegiatan ini berjalan sesuai rencana dan memperoleh tanggapan positif dari peserta, menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat terhadap pengelolaan ISPA secara alami.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Referensi
Fitrianingrum, N., Susanti, M. M., & Puspitasari, J. D. (2024). Intervensi Pemberian Rebusan Jahe Dan Madu Untuk Meningkatkan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Pada Anak Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan, 9(02).
Hamlet, Hatto Alang, West Seram District, Yerry Soumokil, and Herlin Sinai. 2023. “Edukasi Pemberian Infusa Herbal Jahe Merah Dan Madu Dalam Penanganan Ispa Pada Masyarakat Dusun Hatto Alang Kab Seram Bagian Barat Education on Red Ginger and Honey Herbal Infusion In Handling ISPA in the Community.” 1(1):79–85.
Hoda, F. S., Damayanti, Y., Yusfik, Y., Ayu, B. T., Yulianti, L., Sipahuntar, P., & Rahmat, R. A. (2024).Pemanfaatan Terapi Komplementer Terhadap Ibu dalam Penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak. TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1),20-27.
I Made Indra P., Mahdang, P. A., Setyawan, D. A., Tarnoto, K. W., Rosyida, R. W., Sunarto, S., Basri, S.K., Maksum, T. S., Sari, R. I., & Aulia, U. (2022). Epidemiologi penyakit menular ISPA. Dalam Epidemiologi Penyakit Menular (Bab 3, hlm. 27–42). Tahta Media Group.
Nurhayati, I., Yuniarti, T., Hidayat, U., Kukuh Pramudyono, R., Kusuma Wardhani, A., & Amal Shohib, I. (2025). Penyelidikan epidemiologi kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Tanjungsiang Subang Jawa Barat. Avicenna : Journal of Health Research, 8(1). https://doi.org/10.36419/avicenna.v8i1.1364.
Ramadhani, A. N., Novayelinda, R., Woferst, R., Keperawatan, I., & Riau, U. (2014). Efektifitas pemberian minuman jahe madu Terhadap keparahan batuk pada anak dengan ispa. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 1(2), 1-7.
Suek, Y. A., Hinga, I. A. T., & Tira, D. S. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Saluran Pernapasan Akut (Ispa) Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Naibonat Kabupaten Kupang. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 3(1), 103-110.