Independence of Judges in Deciding Criminal Cases Perspective on the Principle of Legality
Main Article Content
Abstract
Judges' independence in resolving criminal cases ensures justice and legal certainty inside the legal system from the standpoint of the legality principle. Independence from unlawful interference, autonomy in interpreting the law, and independence from internal and external pressure are all included. Judges must be strengthened to enhance the concept of judges' independence as much as possible. The legality concept can be seen in judges' suitable and effective resolution of criminal cases, which results in justice and legal certainty. To gain a complete picture of judges' independence in making decisions about criminal cases from the standpoint of legality principles, this study employed a normative juridical approach method, utilizing secondary data gathered through literature research with primary, secondary, and tertiary legal materials. The data was then analyzed using qualitative juridical methods. As a foundation for guaranteeing justice in the legal system, the study's findings indicated that judges' independence in resolving criminal cases from a legal standpoint is crucial. The legality principle, which highlights the idea that there can be no crime without law, must serve as the foundation for judges' independence in making decisions on criminal matters. In order to protect the defendant and uphold justice and legal certainty, the judge is not allowed to overstep or break any of the legal restrictions placed to stop abuse of authority. Beyond imposing penalties that fall short of the legal minimum, judges are also constrained by the idea of legality. Researchers contend that material legality, which emphasizes community-felt justice through ideas like restorative justice, should be added to the definition of legality. More research is still needed on this transition.
Article Details
References
Andi Hamzah dan Bambang Waluyo. 1988. Delik-Delik terhadap Penyelenggaraan Peradilan (Conterm of Court). Jakarta: Sinar Grafika.
Bagir Manan., 1995, Kekuasaan Kehakiman Republik Indonesia, Unisba, Bandung.
Bambang Sutiyoso. 2006. Metode Penemuan Hukum; Upaya Mewujudkan Hukum yang Pasti dan Berkeadilan. Cet. Ke-2. Yogyakarta: UII Press.
----------------------- dan Sri Hastuti Puspitasari. 2005. Aspek-Aspek Perkembangan Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. Yogyakarta: UII Press.
Eddy O.S. Hiariej. 2009. Asas Legalitas dan Penemuan Hukum dalam Hukum Pidana. Jakarta: Erlangga.
Jan Remmelink. 2003. Hukum Pidana; Komentar atas Pasal-Pasal Terpenting dari Kitab Undang-undang Hukum Pidana Belanda dan Padanaannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia. Terjemahan: Tristam P. Moeliono. Jakarta: Gramedia.
Mochtar Kusumaatmadja. 1986. Fungsi dan Perkembangan Hukum dalam Pembangunan Nasional. Lembaga Penelitian Hukum Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Bandung: Bina Cipta.
Moeljatno. 2002. Asas-Asas Hukum Pidana. Cet. Ke-7. Jakarta: Rineka Cipta.
Muladi. 1995. Hal-Hal yang Harus Dipertimbangkan Hakim dalam Menjatuhkan Pidana dalam Rangka Mencari Keadilan dalam Kapita Selekta Sistem Peradilan Pidana. Semarang: Badan, Universitas Diponegoro
Muladi, dkk. 2003. Pengkajian Hukum tentang Asas-Asas Pidana Indonesia dalam Perkembangan Masyarakat Masa Kini dan Mendatang. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
Oemar Seno Adji. 1985. Peradilan Bebas Negara Hukum. Jakarta: Erlangga P.A.F. Lamintang., 2011, Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Cet. III Bandung: PT Citra Aditya Bakti
R. Soesilo, 1996. Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Bogor: Politeia.
Rusli Muhammad. 2010. Kemandirian Pengadilan Indonesia. Cet. Ke-1. Yogyakarta: UII Press. Sarwata. Kebijaksanaan dan Strategi Penegakan Sistem Peradilan di Indonesia. Lemhannas, 19 Agustus 1997
Sudikno Mertokusumo dan A. Pitlo. 1993. Bab-Bab tentang Penemuan Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Wirjono Prodjodikoro. 2003. Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.
Rika Kurniasari Abdulgani, Rekonstruksi asas legalitas dalam konsep rancangan Kitab Undang- Undang Hukum Pidana Kaitannya dengan Prinsip Kearifan lokal, Institusional Repositories & Scientific Journal, 2019, No. 1-2:
Ery Setyanegara, Kebebasan Hakim Memutus Perkara Dalam Konteks Pancasila (Ditinjau Dari Keadilan “Substantif”), Jurnal Hukum dan Pembangunan Tahun ke-44 No.4 Oktober- Desember 2013 DOI: https://doi.org/10.21143/jhp.vol44.no4.31
Sarwata, Kebijaksanaan dan Strategi Penegakan Sistem Peradilan di Indonesia, Lemhannas, 19 Agustus 1997
Hasanal Mulkan, Peranan Hakim Dalam Persidangan Perkara Pidana Sebagai Pengubah Dan Pembaharu Hukum Pidana, Jurnal Hukum Samudra Keadilan, Volume 16, Nomor 2, Juli – Desember (2021), DOI: https://doi.org/10.33059/jhsk.v16i2.4118
Sudikno Mertokusumo, Relevansi Peneguhan Etika Profesi bagi Kemandirian Kehakiman, Makalah disampaikan dalam Seminar 50 Tahun Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman di Indonesia di UGM tanggal 26 Agustus 1995
Barda Nawaawi Arief, Pokok-Pokok Pikiran Kekuasaan Kehakiman yang Merdeka (makalah sebgaai nahan Masukan Untuk Penyusunan Lapooran Akhir Tim Pakar Departemen Kehakiman Periode 1998/1999)
Muladi, dkk., Pengkajian Hukum tentang Asas-Asas Pidana Indonesia dalam Perkembangan Masyarakat Masa Kini dan Mendatang (Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional Departernen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, 2003)
Paulus Effendie Lotulung, Kebebasan Hakim dalam Sistem Penegakkan Hukum, http:/www.IfipOrgienglish/pdfibali-seminar/Kebebasan%20Hakim%20-20paulus%20 lotulong.pdf>,